Home UrbanVerse HumanVerse Prabowo Subianto, Perjalanan Pemimpin Militer menjadi Pemimpin Bangsa

Prabowo Subianto, Perjalanan Pemimpin Militer menjadi Pemimpin Bangsa

0
Ilustrasii. (red)

Hai, Versers!

Kali ini kita menyimak kisah panjang dan penuh liku dari Prabowo Subianto, dari dunia militer hingga puncak jabatan sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.

Latar Awal dan Jejak Militer

Prabowo lahir 17 Oktober 1951 di Jakarta, anak dari ekonom unggulan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar.

Masa kecilnya ditempuh di berbagai sekolah internasional.

Memasuki dunia militer, ia lulus dari Akademi Militer Magelang dan bergabung dengan pasukan khusus Kopassus, kemudian memimpin beberapa operasi strategis pada masa itu.

Di tahun 1998 ia menduduki jabatan strategis sebagai Panglima Kostrad, namun tak lama kemudian dikeluarkan dari militer.

Transisi ke Dunia Bisnis dan Politik

Setelah masa militer, Prabowo memasuki dunia bisnis dan kemudian mendirikan partai politiknya sendiri, yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Di sisi politik, ia tercatat ikut dalam kontestasi pilpres beberapa kali: sebagai calon wakil presiden 2009, lalu sebagai calon presiden pada 2014 dan 2019.

Meskipun kalah dalam dua kesempatan itu, ketekunan dan strategi politiknya terus tumbuh.

Kemenangan dan Pelantikan Presiden

Pada 14 Februari 2024, Prabowo dan wakilnya berhasil memenangkan pemilu presiden dengan persentase suara yang besar.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menyatakan kemenangan mereka dan kemudian dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024.

Saat pelantikan, Prabowo secara tegas menyampaikan “We must always realise that a free nation is where the people are free,” (Kita harus selalu menyadari bahwa sebuah negara yang merdeka adalah tempat di mana rakyatnya bebas), melansir www.abc.net.au.

Pidato tersebut menggambarkan tekadnya untuk melakukan perubahan dan menghadirkan pemerintahan yang inklusif.

Tantangan dan Agenda Kepemimpinan

Kini sebagai Presiden, Prabowo menghadapi tantangan besar: transformasi ekonomi, pemberantasan korupsi, pemerataan pembangunan, hingga menjaga stabilitas demokrasi. Dalam pidatonya saat pelantikan, ia menegaskan akan memprioritaskan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilihnya.

A difference of opinion must come without enmity … fighting without hating,” (Perbedaan pendapat harus datang tanpa permusuhan … bertengkar tanpa kebencian) pesan Sang Presiden kala pelantikan.

Jadi Versers, perjalanan Prabowo Subianto adalah kisah mengenai ketekunan, pembelajaran, perubahan haluan, dan akhirnya keberhasilan. Dari pangkat militer – ke bisnis – ke politik – ke puncak kekuasaan – semuanya menunjukkan bahwa dalam sistem demokrasi, kegagalan pun dapat menjadi batu loncatan jika dikelola dengan strategi dan visi.

Versers, kisah ini bisa jadi inspirasi bahwa jalan panjang tak menghalangi kemenangan. (*)

Exit mobile version