Suasana Dies Natalis ke-76 Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun ini terasa beda. Bukan sekadar perayaan usia, tapi juga momentum lompatan zaman. Di tengah hangatnya Malam Alumni yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, 13 Desember 2025 lalu, sebuah inovasi resmi lahir. Kagama App. Aplikasi digital yang disiapkan untuk merajut kembali jejaring alumni UGM di seluruh penjuru negeri—bahkan dunia.
Malam itu, suasana guyub tak cuma terasa di ruangan, tapi juga berpindah ke layar gawai. Kagama App diperkenalkan sebagai “rumah digital” baru bagi alumni, agar silaturahmi tak lagi dibatasi jarak dan waktu. Biar jauh tetap dekat, pinjam istilah orang Melayu, handak ka mana pun, tetap sabarataan.
Peluncuran aplikasi ini dilakukan langsung oleh jajaran pimpinan PP Kagama yakni Ketua Umum Basuki Hadimuljono, Sekretaris Jenderal Nezar Patria, Ketua Bidang Data dan Digital Daniel Oscar Baskoro, serta Ketua Departemen Literasi Digital Ririn Sari Dewi. Lengkap, solid, dan sarat makna.
Guyub, Rukun, Migunani—Sekarang Tinggal Klik
Bagi Basuki Hadimuljono, Kagama App bukan sekadar aplikasi. Ia adalah simbol transformasi Kagama yang tetap berpijak pada nilai lama.
“Kagama App hadir membawa semangat persaudaraan lintas generasi dan lintas profesi langsung dalam genggaman. Melalui inovasi ini, kita pastikan ikatan kekeluargaan alumni tetap hangat, terhubung erat, serta semakin guyub, rukun, dan migunani dalam memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Basuki.
Teknologi, kata Basuki, hanyalah alat. Tujuannya tetap satu, memperkuat kebersamaan dan memperluas dampak sosial alumni UGM untuk masyarakat luas.
Jembatan Digital untuk Kolaborasi Nyata
Nada serupa disampaikan Sekretaris Jenderal PP Kagama Nezar Patria. Menurutnya, transformasi digital adalah jawaban atas tantangan besar mengelola jejaring alumni UGM yang jumlahnya masif dan lintas profesi.
“Layanan digital ini menjadi jembatan efektif untuk menjangkau keluarga besar alumni UGM. Dengan konektivitas yang terbangun, kita menciptakan ruang kolaborasi yang positif dan berkelanjutan untuk kemajuan almamater dan bangsa,” tutur Nezar..
Lewat Kagama App, kolaborasi tak lagi ribet. Ide, peluang, dan kontribusi bisa bergerak lebih cepat—tanpa harus menunggu kopi darat.
Fitur Lengkap, Hidup Alumni Jadi Lebih Ringkas
Versers, Kagama App ini bukan aplikasi tempelan. Isinya lengkap dan relevan. Ririn Sari Dewi, Ketua Departemen Literasi Digital PP Kagama menjelaskan, aplikasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan alumni dari berbagai sisi—karier, sosial, hingga gaya hidup.
“Kami turut menghadirkan Kartu Digital Kagama yang memudahkan alumni menikmati berbagai promosi menarik untuk alumni UGM. Untuk mendukung karier, tersedia fitur berbagi Informasi Pekerjaan dan Bisnis antar alumni. Sisi sosial pun terakomodasi melalui fitur Kemudahan Kontribusi untuk donasi program KKN dan bantuan kebencanaan,” jelas Ririn.
Tak cuma itu, Kagama App juga menyediakan forum diskusi lintas daerah dan fakultas, direktori komunitas berbasis minat dan hobi, hingga layanan persiapan wisuda bagi calon alumni. Satu aplikasi, banyak manfaat. Ringkas banar, kata urang Banjar.
Melangkah Bertahap, Menuju Semua Alumni
Saat ini, Kagama App sudah bisa diunduh di Android dan iOS. Tahap awal akan difokuskan bagi lulusan UGM periode Februari 2026, sebelum kemudian diterapkan secara bertahap ke seluruh alumni.
Peluncuran Kagama App menandai babak baru Kagama di era digital. Dari ruang virtual, semangat kebersamaan alumni UGM diharapkan makin solid—dan dampaknya makin terasa, bukan hanya untuk almamater, tapi juga untuk bangsa. (*)
