Hei, Versers!

Kalau kamu pikir kisah Battousai si Pembantai cuma fiksi seru ala anime, siap-siap terkejut. Dalam dunia sejarah Jepang, ada nama Kawakami Gensai, sosok nyata yang diyakini menginspirasi Kenshin Himura dalam Samurai X. Kita akan coba masuk jauh ke kisah yang lebih gelap, lebih ruwet, dan tentu saja… lebih real.

Jejak Asli di Balik Imajinasi Manga

Sebagaimana penelusuran EastVerse.id bersama dekade.id kita kembali menyelami literasi Jepang lama, arsip Inggris, sampai cross-check fakta yang sudah terlanjur berseliweran di internet.

Dan ya, Versers… banyak banget disinformasi soal Hitokiri yang beredar di Indonesia.

Makanya, tim sampai membongkar ulang dialog film Rurouni Kenshin (2012–2021) yang disebut paling representatif menggambarkan karakter Gensai. Judul-judul klasik seperti The Last Samurai (2003) atau Seven Samurai (1954) juga dipakai sebagai bumbu referensi.

Hitokiri Bukan Geng Pembunuh—Cuma Julukan

Versers mungkin sering dengar kalimat “Hitokiri itu organisasi rahasia pembantai.”

Padahal, itu cuma salah kaprah. Faktanya, Hitokiri adalah gelar—bukan geng. Empat orang yang menyandangnya juga bukan squad yang bergerak bersama. Mereka adalah:

  • Kawakami Gensai
  • Tanaka Shinbei
  • Kirino Toshiaki
  • Okada Izo

Mereka inilah yang disebut Bakumatsu Yondai Hitokiri, empat algojo legendaris di akhir era Edo. Namun realitinya, Gensai dan Toshiaki bahkan tak pernah tercatat bekerja sama. Yang sering pairing justru Shinbei dan Izo, karena dua orang ini memang bagian dari kelompok Tosa Kinno-to.

Disinformasi makin rame ketika banyak yang bilang Hitokiri dibentuk oleh Takechi Hanpeita. Padahal, tak ada literasi Jepang yang benar-benar menyebut Gensai atau Toshiaki sebagai anggota atau bawahan Hanpeita.

Yang pasti, keempatnya punya musuh sama, yakni pemerintah Shogun Tokugawa. Dan misinya satu, merestorasi kuasa Kaisar Meiji.

Gensai: Hebat, Tapi Bukan yang “Paling Brutal”

Kita mungkin sering dengar kalau Gensai dianggap pembunuh paling cepat dan paling dingin. Namun beberapa literasi Jepang justru menempatkan Tanaka Shinbei sebagai algojo paling ngeri.

Dalam salah satu literasi yang dikutip bahwa Shinbei dijuluki ‘Ansatsu Taicho’.

“Shinbei dijuluki ‘Ansatsu Taicho’ atau Kapten Pembunuh,” dinukil dari literatur sejarah Bakumatsu dalam arsip Tosa Kinno-to.

Jumlah korbannya dipercaya paling banyak dari seluruh Hitokiri. Sayangnya, seperti banyak tokoh era Bakumatsu, bukti detailnya hilang bersama sejarah.

Menelusuri Akhir Hidup Hitokiri: Realita Kawakami Gensai dan Inspirasi Rurouni Kenshin
Film vs Fakta Kawakami Gensai. (FOTO: Fai/dekade.id)

Dari Battoujutsu ke Battousai

Di Indonesia, kata Battousai selalu melekat pada Kenshin—dan otomatis ke Gensai. Maklum, anime Samurai X sukses berat di era 90–2000-an.

Tapi… tidak sesederhana itu.

Secara harfiah, Battoujutsu berarti teknik mencabut pedang untuk membunuh dengan cepat. Dari sinilah istilah Battousai muncul, merujuk pada seseorang yang menjalankan peran algojo dengan kecepatan ekstrem.

Artinya? Gelar itu bukan milik Gensai seorang. Shinbei, Toshiaki, dan Izo jelas memenuhi kriteria teknisnya.

Akhir Tragis Para Hitokiri

Meski punya kemampuan pedang di atas rata-rata manusia biasa, keempat Hitokiri ini tetap menyentuh ujung kehidupan yang pahit. Ada yang dihukum mati, ada yang gugur di konflik politik, dan ada yang tersapu pergantian zaman yang makin modern.

Namun seperti di literasi klasik Jepang, satu hal yang diakui,

“Mereka mati sebagai samurai terhormat.”

Ruang Diskusi Dibuka

Peneluusuran ini bukan klaim kebenaran mutlak. Masih banyak versi, celah, dan misteri yang bisa diperdebatkan. Itu sebabnya tim membuka ruang diskusi bagi para penggemar Samurai X atau pemerhati sejarah Bakumatsu—baik yang mengikuti manga, anime, maupun live action Rurouni Kenshin.

Karena sebagaimana empat Hitokiri legendaris itu—cerita mereka tak pernah berakhir dalam satu bab. (*)

- A word from our sposor -

spot_img

Menelusuri Akhir Hidup Hitokiri: Realita Kawakami Gensai dan Inspirasi Rurouni Kenshin