Hei, Versers!

Kalian pastilah udah nggak asing kan dengan nama Dedi Mulyadi atau biasa disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi: red)? Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang satu ini memang beda banget tuh, sampai-sampai dijuluki “Gubernur Konten”. Tapi, dari mana sih julukan ini muncul, dan kenapa sampai melekat banget sama dia? Yuk, kita telusuri ceritanya.

Asal Muasal Julukan “Gubernur Konten”

Buat yang belum tahu, julukan ini muncul bukan tanpa sebab, dilatar belakangi kebiasaan Kang Dedi sewaktu menjadi Anggota DPR RI hingga menjadi orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar setiap berkegiatan selalu membuat konten. Jadi, dia sering banget nge-share aktivitasnya lewat media sosial, dan kontennya nggak cuma banyak yang lihat, tapi juga sering banget viral.

Nah julukan itu muncul ketika KDM mengikuti rapat di Ruang Rapat Komisi II, Kompleks Parlemen, Jakarta, saat Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, nyebut Kang Dedi dengan sebutan ini Gubernur Konten, tak sekali tapi dua kali.

“Tadi Pak Gubernur Kaltim mengatakan Gubernur Konten. Alhamdulillah dari konten yang saya miliki itu bisa menurunkan belanja rutin iklan,” jawab Dedi Mulyadi kala itu dilansir dari kanal youtube.com/@TVRPARLEMEN.

Jejak Karir Kang Dedi, Dari Anak Desa ke Gubernur Jabar

Kang Dedi tuh sebenarnya berasal dari Subang, Jawa Barat, lahir 11 April 1971. Karir politiknya dimulai sejak 1999 sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Partai Golkar. Sejak saat itu, dia mulai dikenal karena kiprahnya di dunia politik.

Di usia 32, ia sudah jadi Wakil Bupati Purwakarta (2003-2008) lalu melanjutkan karirnya jadi Bupati Purwakarta selama dua periode (2008-2018). Pada Pilgub Jabar 2018, Kang Dedi sempat gagal jadi wakil gubernur. Sempat pula mejadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VII untuk periode 2019–2024, sebelum mengundurkan diri pada tahun 2023. Namun, tak lama setelah itu, dia mencalonkan diri sebagai Gubernur Jabar 2024 dan akhirnya berhasil menang dengan suara hampir 62%. Kini, dia resmi menjabat sebagai Gubernur Jabar mulai 20 Februari 2025.

Selisih Paham, Kang Dedi dengan Menkeu Purbaya soal Dana Pemda

Nah, yang paling seru nih, Versers, adalah “perseteruan” antara Kang Dedi dan Menkeu Purbaya soal dana Pemda yang disebut-sebut “mengendap” di bank. Dalam rapat pengendalian inflasi nasional, Purbaya sempat bilang bahwa dana yang mengendap di bank mencapai Rp4,1 triliun di Pemprov Jabar.

Tentu aja, Kang Dedi nggak tinggal diam! Dia langsung klarifikasi bahwa nggak ada dana yang menganggur, kok. Yang ada cuma kas daerah yang disimpan dalam bentuk giro sebesar Rp3,8 triliun dan sisanya dalam bentuk deposito BLUD yang sudah sesuai kewenangan masing-masing.

Saling buka data, sih! Purbaya sempat menegaskan bahwa data itu bisa diakses lewat sistem monitoring BI. Mungkin ini bisa kita anggap kayak dua sisi yang berbeda dalam soal transparansi keuangan publik dan komunikasi publik seorang gubernur yang digital-minded. (*)

- A word from our sposor -

spot_img

Kang Dedi Mulyadi: Gubernur “Konten” yang Viral, Gimana Ceritanya?