Hei, Versers!

Dunia politik itu kadang terasa macam permainan roller coaster—naik turun, miring kiri kanan, dan kadang bikin kepala oleng. Tapi di balik itu semua, Presiden Prabowo Subianto kasih satu pesan penting untuk generasi muda yang punya mimpi besar: jangan takut difitnah.

Pesannya ini ia sampaikan setelah memimpin pemusnahan 214 ton narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10) lalu. Suasana yang awalnya serius soal pemberantasan narkoba, berubah jadi sesi sharing wisdom ala mentor yang sayang pada adik-adik muda.

Dengan gaya khasnya yang tegas tapi hangat, Prabowo tiba-tiba kasih “ilmu kehidupan” untuk anak-anak muda yang bercita-cita tinggi, termasuk yang bermimpi jadi presiden suatu hari nanti.

“Saya kasih ilmu yang muda-muda yang ingin jadi presiden gue kasih ilmu jangan takut difitnah.” bilangnya Prabowo Subianto.

Ia bercerita soal masa mudanya ketika dirinya sendiri beberapa kali diterpa fitnah hingga sempat down. Namun gurunya kala itu memberi nasihat yang masih ia pegang sampai hari ini.

“Saya dulu punya guru waktu saya masih muda saya kena fitnah dua-tiga kali saya down, saya mengeluh ke guru saya. Jangan kecil hati, engkau difitnah berarti engkau diperhitungkan, engkau difitnah berarti engkau ditakuti,” ucap Komandan Jenderal Kopassus tahun 1996 ini.

Versers, di sini Prabowo seperti mau bilang, kalau engkau mulai diserang, itu tandanya engkau mulai dilihat.

Pemimpin Itu Harus Kuat Hadapi Kritik

Selain soal fitnah, Prabowo juga bicara tentang pentingnya membuka diri pada kritik. Katanya, pemimpin itu bukan dewa, mereka harus mau dibenerin kalau salah.

Ia bahkan ngaku sering baca komentar-komentar pedas di media.

“Angkat tangan yang ingin jadi Presiden nggak apa-apa, bagus. Tapi jadi Presiden yang benar, jangan takut dikoreksi. Jadi malam-malam saya buka gadget, apa iya ya, apa memang saya otoriter? Rasanya nggak sih. Jadi ini bagus, koreksi ini baik,” ujarnya.

Kocak tapi jujur. Bayangkan presiden scroll-scroll komentar netizen sebelum tidur. Relate tak, Versers?

Pengabdian Tanpa Dendam — Filosofi Prabowo

Prabowo kemudian masuk ke topik yang lebih dalam, bagaimana menjaga hati dalam pengabdian. Ia menekankan bahwa kerja untuk bangsa tak boleh diseret rasa sakit hati.

“Saya punya filosofi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara tidak boleh diikuti oleh rasa sakit hati. Jangan jadi masalah. Ini kita harus lihat bagaimana mengatasi narkoba, jadi ini harus kerja sama tim. Semua adalah kerja sama tim,” pungkasnya.

Dengan kata lain, politik itu bukan ajang adu baper. Ia ingin generasi muda tumbuh sebagai pemimpin yang matang, bukan mudah terpancing emosi.

Versers, Siap Genggam Mimpi Besar Tanpa Gentar?

Dari seluruh pesan Prabowo, satu benang merahnya jelas yakni kalau mau jadi pemimpin hebat, mentalmu harus kuat. Fitnah hadapilah. Kritik terimalah. Hati bersihkanlah.

Dalam bahasa Melayu, boleh dikata: “kalau mau naik bukit tinggi, jangan takut pada angin kencang.”

So, Versers…
masih berani bermimpi jadi presiden?

Kalau ya, kata Prabowo: “Jangan takut difitnah.” (*)

- A word from our sposor -

spot_img

“Jangan Takut Difitnah” — Ilmu Langka dari Prabowo