Dunia pendidikan di Kalimantan Timur makin seru nih! Para guru di Kaltim terus gaspol menghadirkan inovasi pembelajaran digital biar proses belajar makin hidup, interaktif, dan pastinya bikin siswa betah duduk di kelas—atau bahkan belajar dari rumah kalau keadaan tak memungkinkan.
Salah satu yang paling semangat berinovasi adalah Aulia Nauli Efendi, Guru Kimia dari SMA Negeri 1 Samarinda. Aulia tak mau anak-anak cuma menghafal rumus atau konsep kimia yang bikin pening. Ia pun meracik metode belajar anyar yang memadukan Canva Coding dengan kartu flash card, ala permainan memecahkan misteri.
“Saya membuat multimedia pembelajaran interaktif menggunakan Canva Coding yang dikombinasikan dengan kartu flash card agar anak-anak tidak hanya menghafal konsep,” ujar Aulia kepada awak media ini.
Dengan metode ini, siswa diajak memecahkan kode kimia untuk menemukan bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Macam main game pula, Versers! Tak heran, kelasnya jadi lebih hidup—anak-anak jadi aktif, antusias, dan tak sekadar kerjakan latihan di lembar kerja.
Tak tanggung-tanggung, Aulia bahkan sukses meraih Juara 2 Apresiasi GTK 2025 kategori Transformatif tingkat provinsi pada peringatan Hari Guru Nasional lalu. Ia juga terbantu dengan fasilitas panel interaktif di sekolah, yang bikin simulasi permainan edukatifnya makin lancar jaya.
Video Pembelajaran Kekinian ala Guru SMK
Inovasi lain datang dari Rosninani, Guru SMK Negeri 15 Samarinda, yang masuk daftar 50 penyusun bahan ajar digital terbaik tingkat provinsi. Ia memilih bikin video pembelajaran praktik customer service—dan yang main bukan aktor profesional, tapi siswanya sendiri!
“Materi video mencakup simulasi cara melayani konsumen dengan baik hingga strategi menangani berbagai keluhan pelanggan,” jelas Rosninani.
Lah, belajar sambil akting? Seru lah itu, Versers!
Long Bagun: Banjir Tak Halangi Belajar
Di pelosok Mahakam Ulu, sekitar 580-600 kilometer dari Samarinda dengan kondisi medan tempuh sangat menantang (tanah dan batu), cerita lain datang dari Nor Kumala Dewi, Guru SMA Negeri 1 Long Bagun sekaligus peraih Juara 2 GTK Dedikatif. Tantangannya berbeda—wilayahnya sering dilanda banjir. Tapi Dewi tak mahu murid-muridnya ketinggalan pelajaran.
Ia pun bikin bahan ajar digital yang bisa diunduh dan dipelajari kapan saja.
“Contohnya saat wilayah tugas saya dilanda banjir yang memaksa sekolah diliburkan, bahan ajar digital yang sudah diunduh bisa dikerjakan di rumah masing-masing,” ujar Dewi. (dikutip dari sumber)
Jadi meski air naik, semangat belajar tetap jalan terus, Versers!
Langkah-langkah kreatif para guru ini memperlihatkan betul bahwa inovasi pembelajaran digital di Kalimantan Timur bukan sekadar wacana. Dari Canva Coding, video simulasi layanan pelanggan, sampai bahan ajar darurat untuk wilayah rawan banjir—semuanya membuktikan bahwa pendidikan bisa tetap berjalan efektif dalam kondisi apa pun.
Hebat betul, guru-guru Kaltim! Teruskanlah transformasi ini, Versers bakal bangga! (*)

