Hai, Versers!
Kalau kamu berkunjung ke Samarinda Central Plaza (SCP) di Jalan Pulau Irian, dua patung singa jantan yang berdiri gagah di depan tangga seolah menyambut kedatanganmu. Siang itu, Jumat 8 Agustus 2025, suasana begitu hidup. Lalu-lalang pengunjung memenuhi area, membawa tas belanjaan dari tenant favorit mereka. Jam menunjukkan pukul 15.03 WITA—waktu sibuk bagi pusat perbelanjaan yang sudah berdiri sejak dua dekade lebih ini.

Sementara di ibu kota ramai dengan istilah “Rojali” (Rombongan Jarang Beli) dan “Rohana” (Rombongan Hanya Nanya), di SCP Samarinda, fenomena itu terasa berbeda. Dari pengamatan langsung, hampir tak ada pengunjung yang datang hanya untuk melihat-lihat. Sebagian besar justru menenteng hasil belanjaan dengan senyum puas di wajah.

Naik ke lantai dua, aroma Jepang menyapa dari restoran Kikitaru. Di sini, cerita tentang Rojali dan Rohana tak berlaku. Para pramusaji berseragam merah-hitam sigap menyambut siapa pun yang masuk. “Itu bagian dari SOP kami,” ujar Dheris, Captain Store Kikitaru.

Dheris yang sudah lima tahun bekerja di sana mengaku jarang menemui tipe pelanggan seperti itu. Tapi ia punya cerita menarik:
Pernah suatu hari, restoran dipenuhi pengunjung. Lima orang datang, memesan minuman dan camilan ringan. Saat pelayan datang menanyakan pesanan tambahan, jawaban mereka sama setiap kali—“nanti”. Hingga akhirnya mereka pergi tanpa menambah pesanan.

Meski begitu, Dheris tak serta-merta memandang negatif. Menurutnya, “Rojali” dan “Rohana” juga bisa membawa berkah.

“Kalau kami pelayanannya oke ke mereka, next time mungkin mereka punya rezeki lebih pasti ke sini lagi mengajak keluarga. Pasti ada imbal balik baiknya,” aku Dheris.

Pindah sedikit ke tenant lain, Oh! Some, yang juga berada di lantai dua. Store Manager-nya, Destian Angga, punya pandangan serupa. Baginya, fenomena itu tak perlu dihakimi. “Setiap pengunjung punya skala prioritas ketika berada di SCP,” ujarnya dikutip dari wawancara yang sama.

Angga percaya, kunci utama bukan hanya menjual barang, tapi menciptakan experience. Di Oh! Some, semua pengunjung diperlakukan sama, baik yang langsung membeli maupun hanya melihat-lihat. Strateginya sederhana namun efektif: memberi informasi eksklusif tentang produk terbatas atau tren terkini yang sedang diburu banyak orang.

“Jadi mau enggak mau customer akan membeli di hari itu juga,” ujarnya dengan yakin.

Sikap ramah dan pelayanan prima rupanya menjadi nilai utama di banyak tenant SCP. Tak heran jika tempat ini tetap ramai dan hidup, bahkan setelah 24 tahun berdiri.

Ketika dikonfirmasi mengenai tren ini, Yolanda Widianti Susilo, Marketing Communication PT Samarinda Central Plaza, mengungkapkan bahwa pihaknya memang memberi perhatian khusus terhadap fenomena Rojali dan Rohana.

“Itu tetap jadi perhatian kami agar traffic pengunjung tetap stabil dan meningkat,” akunya saat ditemui di kantornya di lantai 5 SCP.

Yolanda menambahkan, meski data transaksi antar-tenant bersifat rahasia, pengelola mall rutin mengevaluasi performa kunjungan dan berinovasi menjaga antusiasme pengunjung. Salah satu jurusnya: event mingguan yang selalu berganti tema dan menghadirkan keseruan baru bagi warga Samarinda.

Menariknya lagi, mall ini tengah menjalani peremajaan perdana sejak 2001. Di lantai empat dan lima, pekerja berseragam safety tampak sibuk memperbarui interior. Dinding kayu lapis membatasi area kerja, menandakan wajah baru SCP akan segera hadir.

“Do the best (lakukan yang terbaik, Red.) lah,” ujar Yolanda sambil tersenyum di balik kacamata.

Bagi Versers yang tumbuh di era digital, mungkin mall bukan lagi sekadar tempat belanja. Ia kini jadi ruang interaksi, tempat berbagi cerita, bahkan menciptakan konten. Namun, SCP membuktikan bahwa mall tetap bisa jadi ruang hidup dan relevan, selama tahu caranya menjaga pengalaman pengunjung.

Jadi, lain kali saat kamu lewat di depan dua singa jantan itu, ingatlah—mereka bukan sekadar penjaga gerbang, tapi simbol semangat SCP untuk tetap berdiri tegak di tengah perubahan gaya hidup Versers Samarinda. (*)

- A word from our sposor -

spot_img

Fenomena “Rojali” dan “Rohana” di SCP: Antara Selfie, Belanja, dan Strategi Mall Bertahan