Hai, Versers!

Pernahkah kalian menonton potongan video MrBeast yang muncul entah dari mana di feed TikTok atau Instagram, lalu tanpa sadar menontonnya sampai habis?
Nah, di balik potongan video itu ada sosok muda yang menggerakkan algoritma dunia — Anthony Fujiwara, otak di balik fenomena “Clipping”, sistem pemasaran baru yang mempertemukan kreativitas manusia dan kekuatan AI dalam satu arena: dunia digital yang tak pernah tidur.

Fujiwara, 23 tahun, bukan miliarder teknologi berdasi rapi. Ia hanyalah anak muda keturunan Jepang–Kosta Rika yang tumbuh di Los Angeles dan mulai mengedit video dari kamar tidurnya pada usia 16 tahun. Waktu itu, ia cuma ingin membantu YouTuber kecil terlihat lebih menarik. Siapa sangka, kebiasaannya memotong video demi mencari “momen viral” justru melahirkan sistem baru yang kini mengubah cara dunia memasarkan konten.

“Dulu orang membeli iklan di TV, papan reklame, atau slot waktu di radio. Clipping adalah versi modern dari itu,” kata Fujiwara, dikutip dari Bloomberg.

Dari Ruang Kelas ke Industri Bernilai Jutaan Dolar

Di tahun 2018, Fujiwara masih remaja yang nongkrong di depan laptop, memotong video game dan menambahkan teks lucu supaya lebih klikabel. Tapi hasil eksperimennya bikin banyak YouTuber tiba-tiba viral.
Dari situ, ia belajar satu hal penting: internet tidak peduli siapa yang menang — yang penting siapa yang menarik perhatian duluan.

Dari ruang tamu kecilnya, ia mulai membangun jaringan editor lepas. Dengan bantuan AI sederhana untuk menganalisis durasi tontonan dan detak engagement, Fujiwara mengelola ribuan clipper dari berbagai negara. Hari ini, Clipping memiliki lebih dari 23.000 pekerja lepas, dengan pendapatan mencapai US$7,7 juta per tahun. Semua berjalan dari Discord, sebuah ruang obrolan gamer yang kini berubah jadi pabrik viralitas digital.

Ketika Manusia dan AI Bekerja Sama

Yang membuat Clipping unik bukan cuma strategi pemasarannya, tapi juga cara ia menjembatani kerja manusia dan AI. Para editor lepas menggunakan AI untuk memindai momen viral dalam video, menambahkan caption hook dalam dua detik pertama, lalu mengunggah hasilnya ke berbagai platform.
AI menjadi asisten kreatif, bukan pengganti manusia.

Hasilnya?
Konten MrBeast, Jake Paul, hingga musisi seperti Ice Spice dan Offset bisa menjangkau miliaran penonton tanpa iklan konvensional.

Bagi Fujiwara, Clipping bukan sekadar bisnis — ini evolusi cara manusia berkomunikasi dengan dunia digital.

“Tujuan utama saya adalah: kalau kamu ingin viral, kamu harus lewat saya,” ujarnya penuh percaya diri.

Filosofi Fujiwara: Viralnya Manusia, Bukan Mesinnya

Dalam banyak hal, Clipping adalah cerminan zaman. Dunia sekarang hidup dalam irama 15 detik — di mana satu potongan video bisa membuat seseorang terkenal semalam.
Namun, Fujiwara tahu persis: teknologi hanyalah alat, bukan dewa.

“AI bisa bantu menganalisis pola, tapi yang bikin video itu berasa hidup tetap manusia,” katanya dalam sebuah wawancara.

Itulah mengapa ia tetap ikut mengedit video untuk beberapa klien besar, termasuk IShowSpeed. Meskipun kini memimpin perusahaan dengan puluhan ribu editor dan kontrak raksasa, Fujiwara masih duduk di depan layar, mencari momen magis yang bisa bikin dunia berhenti sejenak untuk menonton.

Masa Depan: Ketika Kreativitas Jadi Mata Uang Baru

Dari ruang Discord hingga label rekaman besar seperti Capitol Music Group, banyak yang percaya Clipping akan jadi model promosi masa depan. Bahkan Dante Smith, Wakil Presiden Senior Motown Digital, bilang bahwa Fujiwara telah membangun “infrastruktur yang sesuai dengan arah dunia digital saat ini — cepat dan mudah beradaptasi.”

Fujiwara sudah menolak banyak investor besar. Ia masih ingin berjalan di jalannya sendiri.
Baginya, Clipping bukan tentang uang semata, tapi tentang menciptakan sistem di mana siapa pun bisa ikut membangun internet — satu potongan video pada satu waktu.

Jadi, Versers, di dunia yang makin digerakkan AI, kisah Fujiwara adalah pengingat bahwa masih ada ruang untuk intuisi, selera humor, dan keberanian manusia. Karena sehebat apa pun algoritma, yang membuat video viral tetap rasa penasaran kita sebagai manusia. (*)

- A word from our sposor -

spot_img

Dari Kamar Tidur ke Bisnis Jutaan Dolar, Anthony Fujiwara dan Era Clipping