Hei, Versers!

Siapa yang sangka, produk rotan dari Kampung Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang selama ini kita kenal sebagai komoditas lokal, kini siap menggebrak pasar Eropa! Yup, kalian nggak salah baca, loh. Berkat kerja keras dan kreativitas dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Rotan Sejahtera, produk rotan hasil tangan masyarakat setempat bakal meluncur ke Belanda.

Pada 28 Oktober 2025 kemarin, kesepakatan kerja sama pun diteken antara KTH Rotan Sejahtera Teluk Sumbang dan PT Indonex Indo Basket, perusahaan ekspor kerajinan rotan asal Cirebon. Kerja sama ini bakal membawa rotan kreatif mereka—terutama produk vas bunga—langsung ke pasar Belanda.

Langkah Awal Ekspor, Tapi Banyak Proses yang Dijalani!

Mubrata Manik, Ketua KTH Rotan Sejahtera, bilang kalau barang-barang mereka rencananya akan langsung dikirim ke Belanda dari Berau. Namun, perjalanan masih panjang, Versers!

“Saat ini kami masih mencari ekspedisi dan mengurus beberapa persyaratan lainnya,” bilang Mubarata.

Yup, semuanya sedang diproses, tapi langkah ini adalah awal dari mimpi besar mereka loo Versers.

Kerja sama ini juga mencakup penyediaan bahan baku rotan dari KTH untuk PT Indonex Indo Basket, yang nantinya akan digunakan dalam industri rotan di Eropa. Keberlanjutan dan legalitas jadi kunci, karena semuanya tetap mengedepankan prinsip pemberdayaan masyarakat lokal.

Keberlanjutan Jadi Kunci Sukses

Tahu nggak, Versers? Meskipun Kalimantan Timur merupakan daerah penghasil rotan terbesar kedua di Indonesia setelah Kalimantan Tengah, potensi rotan di sana belum dimanfaatkan sepenuhnya. Banyak rotan yang diekspor masih dalam bentuk bahan mentah, sehingga harganya terbilang rendah.

Nah, sekarang KTH Rotan Sejahtera ingin mengubah itu semua dengan memasarkan rotan dalam bentuk barang jadi, yang tentunya bisa meningkatkan nilai jual dan menyerap lebih banyak lapangan pekerjaan.

Pemkab Berau juga nggak tinggal diam. Mereka terus mengembangkan komoditas rotan sebagai bagian dari upaya melindungi kawasan hutan yang mencakup sekitar 75 persen wilayah Berau, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Rotan Lestari: Menjaga Alam dan Menambah Nilai Ekonomi

Tak hanya soal pasar, tapi juga soal kelestarian alam. Sejak 2024, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) telah mendampingi KTH Rotan Sejahtera untuk menjalankan budidaya rotan yang berkelanjutan.

“Rotan memiliki nilai ekonomi, budaya, dan konservasi yang kuat. Pertumbuhannya yang bergantung pada tegakan pohon menjadikannya komoditas yang secara alami mendukung pelestarian hutan,” kata Gunawan Wibisono dari YKAN menjelaskan.

KTH Rotan Sejahtera sendiri sudah mengantongi sertifikat Rotan Lestari sejak 2025, loh. Sertifikat ini penting banget untuk memastikan rotan yang dipanen itu ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Dengan sertifikasi ini, rotan yang dipasarkan akan memiliki nilai yang lebih tinggi, apalagi di pasar internasional yang sudah mulai menuntut adanya ekolabeling,” terang Gunawan.

Harapan Besar untuk Masa Depan

Mubarata Manik berharap, kerja sama ini bisa membuka peluang lebih luas lagi untuk memasarkan rotan dalam bentuk produk jadi.

“Kami berharap bisa memasarkan rotan dalam bentuk produk jadi, agar bisa meningkatkan nilai tambah dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” tandasnya. (*)

- A word from our sposor -

spot_img

Cerita Sukses Rotan Teluk Sumbang, Siap Tembus Pasar Eropa!